<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Komunikasi adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia, dalam bersosialisasi masyarakat pasti menggunakan komunikasi agar kehidupan sosial berjalan lancar, dengan berkomunikasi segala sesuatu dapat mencapai tujuannya dan menghasilakan apa yang kita inginkan, misalnya kita ingin membeli sesuatu pasti di dalam proses jual beli tersebut akan terjadi proses tawar menawar dan proses tawar menawar antara pembeli dan penjual akan terjadi jika ada proses komunikasi antar personal atau komunikasi langsung antara individu dengan individu lain. Jadi, dalam kehidupan manusia kapanpun, dimanapun kita berada pasti membutuhkan komunikasi untuk menunjang kehidupan kita. Begitu pula Dalam penyelenggaraan pembangunan, diperlukan suatu sistem komunikasi agar terjalin komunikasi efektif dan memiliki makna yang mampu mengarahkan pencapaian tujuan pembangunan. Hal itu perlu sekali dilakukan karena proses pembangunan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Komunikasi pembangunan ini harus mengedepankan sikap aspiratif, dan relationship dari masyarakat itu sendiri. Karena pembangunan tidak akan berjalan dengan optimal tanpa adanya hubungan sinergis antara pelaku dan obyek pembangunan. Apalagi proses pembangunan ke depan cenderung akan semakin mengurangi peran pemerintah, seiring semakin besarnya peran masyarakat.

Komunikasi dalam pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) di Indonesia, seperti yang telah dijelaskan di atas, manuisa memang tidak ada yang bisa lepas dari komunikasi sehingga dalam pembangunan SDM di Indonesia juga sangat membutuhkan komunikasi untuk pengembangannya, misalnya untuk menghasilkan SDM-SDM yang kompeten di bidangnya membutuhkan proses pembelajaran dan porses ini tidak akan berjalan tanpa komunikasi antara guru dengan murid yang disiapkan untuk menjadi SDM yang diinginkan dan proses pembelajaran ini juga di sebut proses komunikasi. Jadi, secara menyeluruh kontribusi komunikasi dalam pembangunan SDM di Indonesia sangatlah besar karena tanpa komunikasi, seseorang tidak akan bisa dikader menjadi individu yang layak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan tertentu dan tanpa komunikasi juga tidak akan bisa memperoleh tujuan yang di inginkan.

Dalam pembangunan SDM, proses komunikasi terjadi antara pengkader dan yang di kader, atau misalnya antara guru dan murid, sebagai komunikatornya adalah guru atau pengkader, komunikannya adalah murid atau yang di kader, yang disampaikannya adalah materi-materi pengembangan itu sendiri, cara penyampaiannya mungkin ada yang menggunkan alat atau media sebagai penunjang penyampaian ilmu tersebut dan sebagai hasilnya atau efeknya si komunikan atau murid dapat mengerti apa yang disampaikan komunikator atau guru tersebur dan agar dapat meningkatkan SDM di Indonesia.

Pembangunan pada dasarnya minimal melibatkan tiga komponen:

- Komunikator : aparat pemerintah atau masyarakat

- Pesan pembangunan: Program-program pembangunan

-Komunikan : masyarakat luas yang menjadi sasaran (desa/kota)

Segala hal yang berhubungan dengan komunikasi pasti akan merubah si komunikan, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak kreatif menjadi kreatif, dari tidak tahu menjadi tahu dan masih banyak lagi yang dapat di rubah sebagai efek dari komunikasi, masih sangat berhubungan dengan pengembangan SDM di Indonesia dan pengembangan tersebut pasti tidak akan pesat tanpa komunikasi yang efektif. Dan di Indonesia terjadi pengembangan SDM yang sangat lambat karena kurangnya atau tidak adanya komunikasi yang menunjang hal tersebut, misalnya pengkaderan oleh pengajar-pengajar yang kompeten di bidangnya. Dan untuk menghasilkan kader-kader yang kompeten di bidangnya sangat dibutuhkan komunikasi yang efektif antara pengajar dan kader-kader tersebut sehingga dapat menghasilkan perkembangan yang pesat dari SDM di Indonesia.

EDC Sok Dewasa

Posted: Februari 22, 2009 in Uncategorized

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Hidup berumah tangga tidak semudah membalikkan telapak tangan, masalah sekecil apapun akan menjadi besar apabila kita menyikapinya dengan keegoisan dan tanpa kedewasaan, bukan hanya materi saja yang dapat menunjang kebahagian kehidupan sebuah keluarga akan tetapi sadar akan peran masing-masing pun sangat penting dalam membangun sebuah keluarga, dalam berumah tangga seorang Istri yang paling berat pekerjaannya mulai dari ngurus rumah, anak (apabila punya anak), memeneg keuangan belanja, belum lagi ketika suami minta haknya dimalam hari, semuanya itu adalah jalan menuju surga bagi seorang wanita, berumahtangga tidak seperti memilih baju di pasar atau di supermaket yang hanya tinggal pilih, mencoba dan membayarnya apabila sudah mersa cocok melainkan rumahtangga  adalah bagaimana kita mendapatkan baju yang kta inginkan dengan hanya membeli bahannya terlebih dahulu kemudian menjahitnya dan menjadikannya sesuai model yang kita inginkan. Jadi, Rumahtangga itu bukan lah sesuatu yang instan yang bisa langsung kita pakai seperti baju yang bisa kita beli dimana saja melainkan Rumahtangga itu butuh keterampialan dan kesiapan yang mapan yang dimiliki para penjahit untuk menghasilkan model baju yang kita inginkan. keluar dari arti Rumahtangga, aku pengen tau,  apakah di zaman seperti sekarang ini masih ada wanita-wanita yang hanya tinggal di rumah dan menunggu kucuran uang dari suaminya??? Aku rasa sudah mulai sedikit wanita yang memang benar-benar menunggu uang untuk belanja hanya dari tangan suaminya, sudah waktunya wanita-wanita bangkit dan tidak hanya berlindung di bawah ketiak para suami agar mereka pun tidak seenaknya memperlakukan kita sebagai isteri, bayangkan apabila seorang istri jatuh sakit pasti akan jadi berantakan segala sesuatu yang ada di rumah, mulai dari pekerjaan rumah tidak ada yang ngurus, anak-anak jadi terlantar apalagi suami tidak ada yang melayani, begitu hebatnya peran eorang wanita dalam sebuah kehidupan rumah tangga.

EYD Dalam Bahasa Jurnalistik

Posted: November 23, 2008 in Uncategorized

Difokuskan pada kasus kesalahan penulisan EYD yang paling sering dilakukan para mahasiswa jurnalistik dan kehumasan serta penulis dan jurnalis media massa, antara lain: Penulisan  huruf kapital, huruf miring, kata turunan, bentuk ulang, gabungan kata, partikel, singkatan, akronim, angka, dan penulisan lambang bilangan.

A. Penulisan Huruf Kapital

Meliputi:

1. Jabatan tidak diikuti nama orang

Contoh:

Menurut Bupati, anggaran untuk…….,   (seharusnya)

Menurut bupati, anggaran untuk……..,  (yang benar adalah menggunakan huruf kecil untuk penulisan jabatan tidak diikuti nama orang).

2. Huruf pertama nama bangsa

Contoh:

Hanya 7 persen dosen yang selau berusaha meng-Indonesiakan kata-kata asing…..,  (seharusnya)

Hanya 7 persen dosen yang selalu berusaha mengindonesiakan kata-kata asing……,   (yang benar adalah menggunakan huruf kecil untuk nama bangsa karena ada partikul didepannya dan tidak usah memakai tanda strip).

3. Nama geografi sebagai nama jenis

Contoh:

Pisang Ambon,  (seharusnya)

Pisang ambon.

4. Setiap unsur bentuk ulang sempurna

Contoh:

Perserikatan Bangsa-bangsa, (seharusnya)

Perserikatan Bangsa-Bangsa.

5. Penulisan kata depan dan kata sambung

Contoh:

Harimau Tua Dan Ayam Centil, (seharusnya)

Harimau Tua dan Ayam Centil.

B. Penulisan Huruf Miring

meliputi:

1. Penulisan nama buku

2. Penulisan penegasan kata

3. Penulisan kata nama ilmiah

C. Penulisan Kata Turunan

meliputi:

1. Gabungan kata dapat awalan akhiran

2. Gabungan kata dalam kombinasi

D. Penulisan Gabungan Kata

Meliputi:

1. Penulisan gabungan kata istilah khusus

2. penulisan gabungan kata serangkai

E. Penulisan Partikel

F. Penulisan Singkatan

G. Penulisan Akronim

H. Penulisan Angka

I. Penulisan Lambang Bilangan.

Mudik + Lebaran

Posted: November 11, 2008 in Uncategorized


Bulan suci Ramadhan, mudik dan hari raya idul fitri adalah tiga hal yang saling berkaitan satu sama lain, orang-orang muslim menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan untuk mendapatkan kemulyaan dan kesucian di hari raya idul fitri yaitu hari kemenangan umat Islam.

Lebaran sangat identik dengan budaya mudik, para perantau di kota-kota besar berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya masing-masing meski cuaca panas menyengat, debu, asap motor dan mobil di mana-mana tidak mematahkan semangat para pemudik untuk tetap menempuh perjalanan berjam-jam menuju kampung halamannya, lapar dan dahaga semakin terasa apabila berada di perjalanan pemudik harus menahannya atau membatalkan puasanya tersebut karena agama Islam juga tidak melarang apabila ada muslim yang tengah menempuh perjalanan jauh kemudian tidak kuat menahan lapar dan haus maka di anjurkan untuk membatalkan puasanya tetapi wajib mengganti puasa tersebut di bulan-bulan yang lain.

Mudik selalu di lakukan tiap tahun oleh orang-orang yang bekerja di tempat yang jauh dari orang tua, keluarga dan sanak saudara, didorong dengan perasaan kangen ingin bertemu dengan orang-orang yang di sayangi maka mudikpun menjadi agenda umat muslim tiap tahun.

Posisi Bahasa Jurnalistik

Posted: November 11, 2008 in Uncategorized

Mata kuliah Bahasa Jurnalistik pada pertemuan kamis (16-10-2008) yang diikuti oleh mahasiswa jurnalistik A semester 3 dan di bimbing oleh Bpk. Romel bertempat di gedung kelas fakultas dakwah dan komunikasi tepatnya di ruang Z 7, pada perkuliahan terebut membahas tentang posisi bahasa jurnalistik, posisi = status, posisi bahasa jurnalistik harus strategis agar mempermudah pembaca untuk mengerti tulisan jurnalistik, posisi bahasa jurnalistik 1) sebagai alat komunikasi khas media, 2) sebagai laboratorium bahasa bagi masyarakat sehingga menjadi trensetter (acuan bagi masyarakat), 3) sebagai subsistem dari bahasa Indonesia, jadi harus tetap mengacu kepada EYD.

Daftar ini disusun menurut urutan abjad. Kata pertama adalah kata baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kecuali ada keterangan lain, dan dianjurkan digunakan. Sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan. Bingung? Gunakan ejaan pertama. Itu yang baku dan sesuai kaidah KBBI:

1. aktif, aktip
2. aktivitas, aktifitas
3. al Quran, alquran
4. analisis, analisa
5. Anda, anda

6. apotek, apotik (ingat: apoteker, bukan apotiker)
7. asas, azas
8. atlet, atlit (ingat: atletik, bukan atlitik)
9. bus, bis
10. besok, esok

11. diagnosis, diagnosa
12. ekstrem, ekstrim
13. embus, hembus
14. Februari, Pebruari
15. frekuensi, frekwensi

16. foto, Photo
17. gladi, geladi
18. hierarki, hirarki
19. hipnosis (nomina), menghipnosis (verba), hipnotis (adjektiva)
20. ibu kota, ibukota

21. ijazah, ijasah
22. imbau, himbau
23. indera, indra
24. indragiri, inderagiri
25. istri, isteri

26. izin, ijin
27. jadwal, jadual
28. jenderal, jendral
29. Jumat, Jum’at
30. kanker, kangker

31. karier, karir
32. Katolik, Katholik
33. kendaraan, kenderaan
34. komoditi, komoditas [2]
35. komplet, komplit

36. konkret, konkrit, kongkrit
37. kosa kata, kosakata
38. kualitas, kwalitas, kwalitet [2]
39. kuantitas, kwantitas [2]
40. kuitansi, kwitansi

41. kuno, kuna [3]
42. lokakarya, loka karya
43. maaf, ma’af
44. makhluk, mahluk, mahkluk (salah satu yang paling sering salah)
45. mazhab, mahzab

46. metode, metoda
47. mungkir, pungkir (Ingat!)
48. nakhoda, nahkoda, nakoda
49. narasumber, nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain)
50. nasihat, nasehat

51. negatif, negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa)
52. November, Nopember
53. objek, obyek
54. objektif, obyektif/p
55. olahraga, olah raga

56. orang tua, orangtua
57. paham, faham
58. persen, prosen
59. pelepasan, penglepasan
60. penglihatan, pelihatan; pengecualian

61. permukiman, pemukiman
62. perumahan, pengrumahan; baik untuk arti housing maupun PHK
63. pikir, fikir
64. Prancis, Perancis [4]
65. praktik, praktek (Ingat: praktikum, bukan praktekum)

66. provinsi, propinsi
67. putra, putera
68. putri, puteri
69. realitas, realita
70. risiko, resiko

71. saksama, seksama (Ingat!)
72. samudra, samudera
73. sangsi (=ragu-ragu), sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar, salah)
74. saraf, syaraf
75. sarat (=penuh), syarat (=kondisi yang harus dipenuhi)

76. sekretaris, sekertaris
77. sekuriti, sekuritas [2]
78. segitiga, segi tiga
79. selebritas, selebriti
80. sepak bola, sepakbola

81. silakan, silahkan (Ingat!)
82. sintesis, sintesa
83. sistem, sistim
84. sorga, surga, syurga
85. subjek, subyek

86. subjektif, subyektif/p
87. Sumatra, Sumatera
88. standar, standard
89. standardisasi, standarisasi [5]
90. tanda tangan, tandatangan

91. tahta, takhta
92. teknik, tehnik
93. telepon, tel(f/p)on, telefon, tilpon
94. teoretis, teoritis (diserap dari: theoretical)
95. terampil, trampil

96. ubah (=mengganti), rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku
97. utang, hutang (Ingat: piutang, bukan pihutang)
98. wali kota, walikota
99. Yogyakarta, Jogjakarta
100. zaman, jaman

Kata-kata yang mubzir digunakan wartawan :

  1. Adalah

  2. Telah

  3. Untuk

  4. Akan

  5. Dari

  6. Bahwa

  7. Sementara itu

  8. Dapat ditambahkan

  9. Perlu diketahui

  10. Dalam rangka