Sebuah kosant adalah tempat yang sudah tidah asing lagi bagi para mahasiswa di Universitas manapun, begitu pula di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Di kosan yang saya tinggali ada satu masalah yang sampai sekarang susah sekali untuk ditangani, yaitu masalah listrik yang kerap kali mati (ngejepret) setiap kami sedang sangat membutuhkannya, hal ini sebenarnya di karenakan oleh ulah para penghuni kosan itu sendiri, karena pemakaian yang tidak tahu waktu dan tidak pernah bisa membaginya karena setiap individu di dalam kosan yang notabene adalah para mahasiswa Universitas Islam Sunan Gunung Djati bandung ini mempunyai kegiatan dan kepentingan masing-masing.
Sebuah peraturan sudah ditetapkan untuk meminimalisir dampak dari seringnya mati lampu (ngejepret) yang mengakibatkan lebih besarnya pembayaran listrik kosant dan mungkin ada beberapa kerusakan di alat-alat elektronik milik para mahasiswa yang berdomisili di kosant tersebut.
Peraturan hanya sebagai formalitas dan dalam prakteknya susah sekali untuk benar-benar mengerti tentang listrik. Setiap kamar di dalm kosan saya masing-masing memiliki satu unit komputer atau sebuah Laptop yang, disamping itu masih banyak lagi barang elektronik lain yang memenuhi kamar-kamar diseluruh kosant, seperti : setrika, dispenser, majic com, dan lain sebagainya.
Dari pemilik kosant sendiri sudah melarang para mahasiswa yang masih tingkat pertama atau kedua untuk tidak membawa computer atau laptop dulu karena diutamakan para mahasiswa yang lebih senior terlebih dahulu yang notabene memang sedang sibuk mengerjakan skripsi atau laporan-laporan lain yang secara akademis berkaitan, tetapi tetap saja sebuah Komputer atau Laptop memang sangat dibutuhkan oleh para mahasiswa baik itu mahasiswa tingkat pertama mauoun tingkat akhir, karena computer atau laptop adalah sudah menjadi teman sehari-hari para mahasiswa di kampus manapun.
Kehidupan kita tidak dapat dipisahkan dari listrik, tanpa listrik bahkan ada yang tidak dapat beraktifitas sama sekali, semua orang membutuhkannya dan bias jadi ketergantungan terhadapnya, semua hal dilakukan melalui listrik, misalnya memasak nasi sekarang sudah dapat dilakukan menggunakan listrik, memasak air, bahkan mandi pun kita memerlukan listrik, di zaman yang serba instan listrik menjadi hal yang sangat-sangat dibutuhkan untuk sekarang ini, orang-orang berbondong-bondong menggunakan listrik secara lebih agar dapat menikmati hidupnya dengan lebih mudah dan tanpa harus bersusah payah, misalnya memasak nasi atau air di dapur. Perkembangan teknologi juga sangat menunjang gaya kehidupan yang serba instan ini, dari berbagai pengalaman, semua hal yang berhubungan dengan perkembangan teknologi berhubungan erat pula dengan penggunaan listrik, dan dapat memicu orang-orang menggunakan listrik secara berlebihan dari sebelumnya.
Apalagi tentang social masyarakat orang-orang yang mulai berkurang dengan adanya perkembangan teknologi seperti sekarang ini, orang dapat berkomunikasi dengan orang lain di tempat yang berbeda dengan jarak yang relative jauh dari jangkauan, dapat pula menerima informasi apapun melalui internet atau apapun yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi yang kita butuhkan, dan semua itu tidak akan lepas dari yang namanya listrik, semua alat komunikasi dan informasi membutuhkannya sehingga pemakaian listrik tidak dapat kita hindari dari kehidupan kita sehari-hari, mungkin cara untuk menanggulangi pemakaian listrik secara berlebih yaitu dengan meminimalisir penggunaannya saja dan lebih hemat energy.
0