Sebuah kosant adalah tempat yang sudah tidah asing lagi bagi para mahasiswa di Universitas manapun, begitu pula di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Di kosan yang saya tinggali ada satu masalah yang sampai sekarang susah sekali untuk ditangani, yaitu masalah listrik yang kerap kali mati (ngejepret) setiap kami sedang sangat membutuhkannya, hal ini sebenarnya di karenakan oleh ulah para penghuni kosan itu sendiri, karena pemakaian yang tidak tahu waktu dan tidak pernah bisa membaginya karena setiap individu di dalam kosan yang notabene adalah para mahasiswa Universitas Islam Sunan Gunung Djati bandung ini mempunyai kegiatan dan kepentingan masing-masing.
Sebuah peraturan sudah ditetapkan untuk meminimalisir dampak dari seringnya mati lampu (ngejepret) yang mengakibatkan lebih besarnya pembayaran listrik kosant dan mungkin ada beberapa kerusakan di alat-alat elektronik milik para mahasiswa yang berdomisili di kosant tersebut.
Peraturan hanya sebagai formalitas dan dalam prakteknya susah sekali untuk benar-benar mengerti tentang listrik. Setiap kamar di dalm kosan saya masing-masing memiliki satu unit komputer atau sebuah Laptop yang, disamping itu masih banyak lagi barang elektronik lain yang memenuhi kamar-kamar diseluruh kosant, seperti : setrika, dispenser, majic com, dan lain sebagainya.
Dari pemilik kosant sendiri sudah melarang para mahasiswa yang masih tingkat pertama atau kedua untuk tidak membawa computer atau laptop dulu karena diutamakan para mahasiswa yang lebih senior terlebih dahulu yang notabene memang sedang sibuk mengerjakan skripsi atau laporan-laporan lain yang secara akademis berkaitan, tetapi tetap saja sebuah Komputer atau Laptop memang sangat dibutuhkan oleh para mahasiswa baik itu mahasiswa tingkat pertama mauoun tingkat akhir, karena computer atau laptop adalah sudah menjadi teman sehari-hari para mahasiswa di kampus manapun.
Kehidupan kita tidak dapat dipisahkan dari listrik, tanpa listrik bahkan ada yang tidak dapat beraktifitas sama sekali, semua orang membutuhkannya dan bias jadi ketergantungan terhadapnya, semua hal dilakukan melalui listrik, misalnya memasak nasi sekarang sudah dapat dilakukan menggunakan listrik, memasak air, bahkan mandi pun kita memerlukan listrik, di zaman yang serba instan listrik menjadi hal yang sangat-sangat dibutuhkan untuk sekarang ini, orang-orang berbondong-bondong menggunakan listrik secara lebih agar dapat menikmati hidupnya dengan lebih mudah dan tanpa harus bersusah payah, misalnya memasak nasi atau air di dapur. Perkembangan teknologi juga sangat menunjang gaya kehidupan yang serba instan ini, dari berbagai pengalaman, semua hal yang berhubungan dengan perkembangan teknologi berhubungan erat pula dengan penggunaan listrik, dan dapat memicu orang-orang menggunakan listrik secara berlebihan dari sebelumnya.
Apalagi tentang social masyarakat orang-orang yang mulai berkurang dengan adanya perkembangan teknologi seperti sekarang ini, orang dapat berkomunikasi dengan orang lain di tempat yang berbeda dengan jarak yang relative jauh dari jangkauan, dapat pula menerima informasi apapun melalui internet atau apapun yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi yang kita butuhkan, dan semua itu tidak akan lepas dari yang namanya listrik, semua alat komunikasi dan informasi membutuhkannya sehingga pemakaian listrik tidak dapat kita hindari dari kehidupan kita sehari-hari, mungkin cara untuk menanggulangi pemakaian listrik secara berlebih yaitu dengan meminimalisir penggunaannya saja dan lebih hemat energy.
Harapan atau impian untuk meraih kesuksesan adalah hal yang mungkin semua orang miliki termasuk saya yang memiliki impian untuk menuju akan kesuksesan, Bila seseorang di takdirkan untuk hidup maka sekaligus juga ditakdirkan untuk sukses, maka dapat dipastikan ada sesuatu dalam diri kita, oleh karena itu mestinya kita bersedia untuk mengecek bagaimana kita mengolah pikiran kita, ucapan kita, perbuatan kita, pembiasaan kita dan karakter kita. Karena beberapa hal diatas yang akan menentukan nasib kita.
Siapapun yang melakukan apapun, saat kapan dan dimanapun akan sangat yakin bahwa dalam diri manusia ada seseuatu kekuatan dasyat yang dapat mengalahkan apapun. Ia adalah pikiran, ia adalah energi yang dapat melejitkan kesuksesan hidup. Untuk lebih mengukuhkan keyakinan kita tentang keunggulan hidup dengan menggunakan pikiran. Pikiran dapat bekerja melebihi 4 kali kecepatan cahaya dan bisa menampung informasi 2.000.000 dalam 1 detik, itu artinya lebih besar disbandingkan computer manapun didunia perawatannya lebih mudah, bekerjanya lebih cepat dan kapasitasnya yang tidak terbatas., Wiliam James mengatakan “manusia denagan pikirannya bisa menjelajahi setiap tempat diduania ini dengan kecepatan yang sama sekali tidak teduga. Oleh karena itu jangan takut untuk berpikir besar karena sebenarnya kita sebagai manusia dikaruniai pikiran yang sangat dasyat hebatnya, janganlah sekali-kali kita berpikir pesimis akan gagal dalam perjaan yang besar karena itu yang akan menjadi nasib kita berpikirlah optimis untuk hal atau pekerjaan yang besar agar kita juga menjadi orang yang besar maksudnya orang yang sukses karena pikiran kita di optiamalkan kerjanya.
Pikiran kita yang akan membawa kita menuju kesuksesan, oleh karena itu mulai saat ini kita harus selalu serpikir besar untuk mendapatkan hal yang lebih besar pula, jangan takut gagal karena akan menjadikan kita seorang yang lebih kuat lagi karena kegagalan tersebut, proses pendewasaan seseorangpun dimulai dari bnyaknya pengalaman kehidupan terutama dalam hal kesuksesan.


Kunjungan kerja PW (Pimpinan Wilayah) PUI (Persatuan Umat Islam) Jawa Barat dengan ketua umum Drs. Djaja Djahari, M.Pd berserta rombongan ke PD (Pimpinan Daerah) PUI Banjar Kabupaten Ciamis dengan ketua umum Bpk Abdul Rohim, yang diadakan pada 9-10 Mei 2009 dan diikuti oleh sekitar 56 orang yang terdiri dari beberapa pengurus PUI Jawa Barat dan 13 orang dianntaranya adalah pemuda-pemudi PUI Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Kunjungan semacam ini kerap kali diadakan PW PUI Jawa Barat ke daerah-daerah Jawa Barat lainnya seperti ke Tasikmalaya dan Ciamis yang belum lama ini terlaksana. Menurut Drs. Djaja Djahari, M.Pd selaku ketua umum PW PUI Jawa Barat, “Tujuan diadakannya kunjungan kerja seperti ini adalah untuk pembinaan kader PUI di daerah-daerah, silaturrahmi dan disamping itu kita juga bisa refresing” ujarnya
Setelah kunjungan kerja di PD PUI Banjar Ciamis, rombongan menuju ke tempat-tempat wisata diantaranya tempat wisata Batu Hiu, Pantai Pangandaran dan tempat wisata karang nini, Selama berada di Pangandaran rombongan menginap disalah satu hotel yang terletak tidak jauh dari pantai barat Pangandaran yaitu Hotel Fortuna dan disetiap kamar berisi 4-5 orang dari rombongan dengan fasilitas hotel kamar AC, kolam renang, dan tedapat sebuah restoran hotel.(ela/ernis)***
Ketika saya bersama teman-teman saya berkunjung ke Borma teserba yang berada di Cipadung, seperti biasanya untuk membeli keperluan bualanan anak kost-an, kemudian salah satu dari teman saya ingin membeli sebuah speaker/sound system untuk komputernya, setelah lama memilih akhirnya teman saya ingin mencoba sound system tersebut karena takut jika sudah di beli tidak dapat di kembalikan lagi apabila tidak nyala ketika dipasang di kost-an. Seorang pelayan yang kebetulan bertugas di sekitar barang-barang elektronik dipanggil oleh teman saya tetapi pelayan tersebut malah acuh tak acuh saja, ketika itu memang ada pelanggan lain yang sedang dibantu mencoba sesuatu tapi setidaknya seorang pelayan/karyawan toserba seperti Borma tidak menunjukkan wajah jutek di depan pelanggan karena hal tersebut dapat mempengaruhi psikologis pelanggan, bias saja karena perlakuan yang seperti itu pelanggan tidak akan berkunjung ke toserba tersebut. Kemudian dengan kurangnya komunikasi antara bagian kasir yang berada di depan dan kasir yang berada di belakang (tempat barang-barang elektronik) menyebabkan pengnjung juga diberatkan dengan harus mengantri dua kali untuk satu kali belanja, akibatnya pengunjung menjadi tidak puas dengan pelayanan di Borma Cipadung. Mohon kepada Dirut (Direktur Utama) Borma untuk mengkoordinasikan kembali pelayanan yang membuat pengunjung tidak nyaman, Terimakasih.
Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan, terutama sektor kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang permasalahan kesehatan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat.
Sejak Desember 2008, jumlah penderita HIV-AIDS di Jawa Barat menempati posisi no sati di Indonesia. Berdasarkan data HIV-AIDS komulatif yang dikeluarka Dinkes Jabar, situasi HIV-AIDS komulatif sampai dengan Maret 2009, jumlah pengidap infeksi HIV dan kasus AIDS yang di laporkan adalah 2.682 kasus AIDS dan 1.838 kasus HIV.
HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan, bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan peralatan makan dan minum, gigitan nyamuk, kolam renang, penggunaan kamar mandi atau WC/Jamban yang sama atau tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). ODHA yaitu pengidap HIV atau AIDS. Sedangkan OHIDA (Orang hidup dengan HIV atau AIDS) yakni keluarga (anak, istri, suami, ayah, ibu) atau teman-teman pengidap HIV atau AIDS.
HIV dapat menular ke orang lain melalui :
- Hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
- Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian
- Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV
Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI). Lebih dari 80% infeksi HIV diderita oleh kelompok usia produktif terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita HIV perempuan cenderung meningkat. Infeksi pada bayi dan anak, 90 % terjadi dari Ibu pengidap HIV. Hingga beberapa tahun, seorang pengidap HIV tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV, namun demikian orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala.Tanda-tanda klinis penderita AIDS :
- Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis
- Dimensia/HIV ensefalopati
B. Pencegahan
HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu ; menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko,tidak menggunakan jarum suntik secara bersam-sama, dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV.
C. Penanggulangan
Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup.
Struktur kimia Abacavir:
Sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS. Metode satu-satunya yang diketahui untuk pencegahan didasarkan pada penghindaran kontak dengan virus atau, jika gagal, perawatan antiretrovirus secara langsung setelah kontak dengan virus secara signifikan, disebut post-exposure prophylaxis (PEP). PEP memiliki jadwal empat minggu takaran yang menuntut banyak waktu. PEP juga memiliki efek samping yang tidak menyenangkan seperti diare, tidak enak badan, mual, dan lelah.
Kedutaan Besar RI di Tokyo menyakinkan kalangan wisata Jepang bahwa kondisi Indonesia hingga saat ini masih bebas dari H1N1 alias flu babi, sehingga dunia pariwisata Indonesia tetap aman untuk dikunjungi turis asing, kata Wakil Dubes RI untuk Jepang Ronny P Yuliantoro. “Silakan berwisata ke Indonesia, termasuk ke Lombok, karena Indonesia bebas flu babi,” kata Ronny P Yuliantoro, di Tokyo, Jumat, saat membuka acara “Travel Dialog” dengan belasan biro perjalanan wisata Jepang mengenai pariwisata Pulau Lombok.
Untuk meyakinkan para pimpinan biro perjalanan wisata Jepang Wakil Dubes pun mengutip pernyataan Dirjen Badan Kesehatan Dunia(WHO) yang memaparkan peta penyebaran flu babi (H1N1), di sana posisi Indonesia masih dalam zona aman. Di hadapan para pimpinan biro perjalanan Jepang, Ronny juga mengingatkan agar situasi krisis ekonomi global yang juga mengimbas ke Jepang jangan sampai menghilangkan optimisme dalam berbisnis.
Menurut dia, bagaimanapun bisnia dunia pariwisata memiliki keunikan tersendiri sehingga perlu terus dicari peluang bisnisnya. Dialog pariwisata itu digagas maskapai Garuda Indonesia dalam rangka mengembangkan daerah tujuan wisata Indonesia lainnya selain Bali. Lombok dipilih karena kondisi alamnya yang tidak berbeda jauh dengan Bali dan juga masih alami. Selain itu, kini sudah semakin banyak hotel dan resort serta akan dibukanya bandara internasional di Mataram tahun depan. Dalam dialog itu terlihat minat biro perjalanan Jepang untuk mengetahui lebih jauh daerah tujuan wisata yang digambarkan sebagai “pesaing kuat Pulau Bali”.
Mereka berdialog dari satu meja ke meja lainnya sekadar mengetahui perkembangan dan fasilitas yang ditawarkan para pemilik hotel atau resort yang datang langsung dari Lombok ke Jepang. Kamis (11/6) pemilik hotel dan resort yang sebagian di antaranya berkebangsaan Jepang dan Australia itu juga melakukan hal yang sama di Nagoya. Kesempatan bagus Kepala Perwakilan Kantor Promosi Pariwisata Indonesia di Tokyo Tadahiko Narita mengatakan, dialog pariwisata merupakan kesempatan yang bagus, karena publik Jepang dapat mengetahui perkembangan terbaru dari Lombok, termasuk situasi penyebaran flu babi.
Menyinggung soal flu babi, dunia turisme Jepang sebetulnya sangat mengikuti imbauan pemerintahnya yang sampai sekarang masih “melarang” warganya bepergian kalau tidak perlu betul untuk menghindari terinfeksi flu babi. “Namun sebetulnya itu hanyalah sekedar imbauan saja,” katanya. Mengenai promosi Lombok, Narita mengatakan, sulit untuk mengalahkan citra Bali, namun kalau promosi ini dilakukan terus- menerus bisa menjadi pendorong untuk mengenal Lombok lebih jauh,sama seperti ketika Bali dulu belum terkenal dan masih kampung.
Beberapa biro perjalanan menyarankan agar strategi promosi Lombok di Jepang dibuat sebagai tujuan tambahan atau pelengkap paket wisata Bali, misalnya dengan menawarkan paket wisata “Bali Plus”. “Lombok bisa menjadi pilihan kedua setelah Bali, makanya paket wisatanya harus dibuat sebagai tambahan dari Bali,” ujarnya seorang pelaku pariwisata Jepang.
Jakarta: Museum Bank Indonesia, Jakarta, adalah tempat yang tepat untuk mengisi waktu liburan sekolah. Di sini, selain bisa bermain, anak juga bisa belajar mengenai peran Bank Indonesia. Menariknya, pendidikan disuguhkan dengan film kartun yang diputar di ruang teater museum tersebut.//
Selain itu, di dalam Museum Bank Indonesia terdapat koleksi uang berbagai bentuk di numastik collection yang bisa menambah pengetahuan pengunjung. Soal biaya, tidak perlu khawatir. Pengunjung dapat masuk ke museum ini secara gratis.
Di Jakarta Barat juga terdapat museum, yakni Museum Tekstil. Museum tersebut terbuka untuk umum segala usia. Di dalamnya, terdapat koleksi kain nusantara. Kain tenun, batik dan cantingnya terpampang untuk ditelusuri.
Bagi yang berminat membuat batik, di sini juga disediakan workshop batik. Pengunjung bisa belajar membuat pola dan mewarnai batik dengan canting. Anak-anak pun bisa ikut serta tanpa takut salah. Harga tiket masuknya pun terjangkau mulai dari Rp 600 hingga Rp 2.000 per orang.
<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Komunikasi adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia, dalam bersosialisasi masyarakat pasti menggunakan komunikasi agar kehidupan sosial berjalan lancar, dengan berkomunikasi segala sesuatu dapat mencapai tujuannya dan menghasilakan apa yang kita inginkan, misalnya kita ingin membeli sesuatu pasti di dalam proses jual beli tersebut akan terjadi proses tawar menawar dan proses tawar menawar antara pembeli dan penjual akan terjadi jika ada proses komunikasi antar personal atau komunikasi langsung antara individu dengan individu lain. Jadi, dalam kehidupan manusia kapanpun, dimanapun kita berada pasti membutuhkan komunikasi untuk menunjang kehidupan kita. Begitu pula Dalam penyelenggaraan pembangunan, diperlukan suatu sistem komunikasi agar terjalin komunikasi efektif dan memiliki makna yang mampu mengarahkan pencapaian tujuan pembangunan. Hal itu perlu sekali dilakukan karena proses pembangunan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Komunikasi pembangunan ini harus mengedepankan sikap aspiratif, dan relationship dari masyarakat itu sendiri. Karena pembangunan tidak akan berjalan dengan optimal tanpa adanya hubungan sinergis antara pelaku dan obyek pembangunan. Apalagi proses pembangunan ke depan cenderung akan semakin mengurangi peran pemerintah, seiring semakin besarnya peran masyarakat.
Komunikasi dalam pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) di Indonesia, seperti yang telah dijelaskan di atas, manuisa memang tidak ada yang bisa lepas dari komunikasi sehingga dalam pembangunan SDM di Indonesia juga sangat membutuhkan komunikasi untuk pengembangannya, misalnya untuk menghasilkan SDM-SDM yang kompeten di bidangnya membutuhkan proses pembelajaran dan porses ini tidak akan berjalan tanpa komunikasi antara guru dengan murid yang disiapkan untuk menjadi SDM yang diinginkan dan proses pembelajaran ini juga di sebut proses komunikasi. Jadi, secara menyeluruh kontribusi komunikasi dalam pembangunan SDM di Indonesia sangatlah besar karena tanpa komunikasi, seseorang tidak akan bisa dikader menjadi individu yang layak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan tertentu dan tanpa komunikasi juga tidak akan bisa memperoleh tujuan yang di inginkan.
Dalam pembangunan SDM, proses komunikasi terjadi antara pengkader dan yang di kader, atau misalnya antara guru dan murid, sebagai komunikatornya adalah guru atau pengkader, komunikannya adalah murid atau yang di kader, yang disampaikannya adalah materi-materi pengembangan itu sendiri, cara penyampaiannya mungkin ada yang menggunkan alat atau media sebagai penunjang penyampaian ilmu tersebut dan sebagai hasilnya atau efeknya si komunikan atau murid dapat mengerti apa yang disampaikan komunikator atau guru tersebur dan agar dapat meningkatkan SDM di Indonesia.
Pembangunan pada dasarnya minimal melibatkan tiga komponen:
- Komunikator : aparat pemerintah atau masyarakat
- Pesan pembangunan: Program-program pembangunan
-Komunikan : masyarakat luas yang menjadi sasaran (desa/kota)
Segala hal yang berhubungan dengan komunikasi pasti akan merubah si komunikan, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak kreatif menjadi kreatif, dari tidak tahu menjadi tahu dan masih banyak lagi yang dapat di rubah sebagai efek dari komunikasi, masih sangat berhubungan dengan pengembangan SDM di Indonesia dan pengembangan tersebut pasti tidak akan pesat tanpa komunikasi yang efektif. Dan di Indonesia terjadi pengembangan SDM yang sangat lambat karena kurangnya atau tidak adanya komunikasi yang menunjang hal tersebut, misalnya pengkaderan oleh pengajar-pengajar yang kompeten di bidangnya. Dan untuk menghasilkan kader-kader yang kompeten di bidangnya sangat dibutuhkan komunikasi yang efektif antara pengajar dan kader-kader tersebut sehingga dapat menghasilkan perkembangan yang pesat dari SDM di Indonesia.
<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Hidup berumah tangga tidak semudah membalikkan telapak tangan, masalah sekecil apapun akan menjadi besar apabila kita menyikapinya dengan keegoisan dan tanpa kedewasaan, bukan hanya materi saja yang dapat menunjang kebahagian kehidupan sebuah keluarga akan tetapi sadar akan peran masing-masing pun sangat penting dalam membangun sebuah keluarga, dalam berumah tangga seorang Istri yang paling berat pekerjaannya mulai dari ngurus rumah, anak (apabila punya anak), memeneg keuangan belanja, belum lagi ketika suami minta haknya dimalam hari, semuanya itu adalah jalan menuju surga bagi seorang wanita, berumahtangga tidak seperti memilih baju di pasar atau di supermaket yang hanya tinggal pilih, mencoba dan membayarnya apabila sudah mersa cocok melainkan rumahtangga adalah bagaimana kita mendapatkan baju yang kta inginkan dengan hanya membeli bahannya terlebih dahulu kemudian menjahitnya dan menjadikannya sesuai model yang kita inginkan. Jadi, Rumahtangga itu bukan lah sesuatu yang instan yang bisa langsung kita pakai seperti baju yang bisa kita beli dimana saja melainkan Rumahtangga itu butuh keterampialan dan kesiapan yang mapan yang dimiliki para penjahit untuk menghasilkan model baju yang kita inginkan. keluar dari arti Rumahtangga, aku pengen tau, apakah di zaman seperti sekarang ini masih ada wanita-wanita yang hanya tinggal di rumah dan menunggu kucuran uang dari suaminya??? Aku rasa sudah mulai sedikit wanita yang memang benar-benar menunggu uang untuk belanja hanya dari tangan suaminya, sudah waktunya wanita-wanita bangkit dan tidak hanya berlindung di bawah ketiak para suami agar mereka pun tidak seenaknya memperlakukan kita sebagai isteri, bayangkan apabila seorang istri jatuh sakit pasti akan jadi berantakan segala sesuatu yang ada di rumah, mulai dari pekerjaan rumah tidak ada yang ngurus, anak-anak jadi terlantar apalagi suami tidak ada yang melayani, begitu hebatnya peran eorang wanita dalam sebuah kehidupan rumah tangga.
Difokuskan pada kasus kesalahan penulisan EYD yang paling sering dilakukan para mahasiswa jurnalistik dan kehumasan serta penulis dan jurnalis media massa, antara lain: Penulisan huruf kapital, huruf miring, kata turunan, bentuk ulang, gabungan kata, partikel, singkatan, akronim, angka, dan penulisan lambang bilangan.
A. Penulisan Huruf Kapital
Meliputi:
1. Jabatan tidak diikuti nama orang
Contoh:
Menurut Bupati, anggaran untuk……., (seharusnya)
Menurut bupati, anggaran untuk…….., (yang benar adalah menggunakan huruf kecil untuk penulisan jabatan tidak diikuti nama orang).
2. Huruf pertama nama bangsa
Contoh:
Hanya 7 persen dosen yang selau berusaha meng-Indonesiakan kata-kata asing….., (seharusnya)
Hanya 7 persen dosen yang selalu berusaha mengindonesiakan kata-kata asing……, (yang benar adalah menggunakan huruf kecil untuk nama bangsa karena ada partikul didepannya dan tidak usah memakai tanda strip).
3. Nama geografi sebagai nama jenis
Contoh:
Pisang Ambon, (seharusnya)
Pisang ambon.
4. Setiap unsur bentuk ulang sempurna
Contoh:
Perserikatan Bangsa-bangsa, (seharusnya)
Perserikatan Bangsa-Bangsa.
5. Penulisan kata depan dan kata sambung
Contoh:
Harimau Tua Dan Ayam Centil, (seharusnya)
Harimau Tua dan Ayam Centil.
B. Penulisan Huruf Miring
meliputi:
1. Penulisan nama buku
2. Penulisan penegasan kata
3. Penulisan kata nama ilmiah
C. Penulisan Kata Turunan
meliputi:
1. Gabungan kata dapat awalan akhiran
2. Gabungan kata dalam kombinasi
D. Penulisan Gabungan Kata
Meliputi:
1. Penulisan gabungan kata istilah khusus
2. penulisan gabungan kata serangkai
E. Penulisan Partikel
F. Penulisan Singkatan
G. Penulisan Akronim
H. Penulisan Angka
I. Penulisan Lambang Bilangan.